Sinjai Tengah (Humas MTsN 3 Sinjai) — Pelaksanaan Survei Nasional Sistem Analisis Humanis Berbasis Transparansi Kurikulum Berbasis Cinta (SAHABAT KBC) Tahun 2026 di MTs Negeri 3 Sinjai mendapat perhatian langsung dari Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Madrasah, Baso Khairan. Ia mendampingi proses pengisian survei oleh guru dan murid di Kampus Talle MTsN 3 Sinjai sebagai bentuk dukungan terhadap evaluasi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lingkungan madrasah, Selasa (12/10/2026).
Survei yang diinisiasi Direktorat KSKK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia ini menjadi sarana untuk menghimpun informasi mengenai pelaksanaan KBC dari perspektif warga madrasah. Di MTsN 3 Sinjai, responden yang mengikuti survei terdiri atas 11 orang murid dan 2 orang guru yang ditetapkan sebagai sampel.
Kehadiran Baso Khairan dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen pimpinan madrasah untuk mendukung pelaksanaan survei sekaligus memastikan guru dan murid memahami pentingnya memberikan tanggapan sesuai pengalaman mereka.
Dalam arahannya, Baso Khairan menekankan agar para responden mengikuti survei dengan sungguh-sungguh, jujur, dan tidak merasa terbebani untuk memberikan jawaban tertentu. Menurutnya, survei ini bukan ajang untuk mencari jawaban yang dianggap paling baik, melainkan kesempatan untuk menyampaikan kondisi nyata yang dirasakan selama berada di lingkungan madrasah.
“Saya berharap Bapak/Ibu guru dan anak-anak dapat mengisi survei ini dengan jujur, tenang, dan sesuai dengan pengalaman masing-masing. Tidak perlu merasa takut atau khawatir dalam memberikan jawaban. Justru melalui tanggapan yang jujur, kita dapat mengetahui apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang masih perlu kita perbaiki bersama.”
Ia juga mengingatkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta harus tercermin dalam tindakan sehari-hari, bukan sekadar tertulis dalam dokumen atau disampaikan dalam kegiatan seremonial.
“KBC harus kita hadirkan dalam kehidupan nyata di madrasah. Guru diharapkan mendidik dengan keteladanan dan kasih sayang, sementara murid belajar menghargai diri sendiri, menghormati guru, menyayangi teman, serta menjaga lingkungan. Jika nilai-nilai cinta sudah menjadi kebiasaan, madrasah akan tumbuh menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan membahagiakan.” tambahnya.
Sementara itu, Saenal selaku Koordinator Tim Monitoring dan Evaluasi Lentera KBC MTsN 3 Sinjai menyampaikan bahwa Survei Nasional SAHABAT KBC menjadi momentum penting untuk melihat implementasi program secara lebih objektif melalui pengalaman guru dan murid.
Menurutnya, monitoring dan evaluasi tidak semestinya dipahami hanya sebagai kegiatan administratif, tetapi juga sebagai proses refleksi untuk memastikan bahwa nilai-nilai Panca Cinta benar-benar diterapkan dalam pembelajaran, interaksi sosial, dan budaya madrasah.
“Bagi kami, survei ini menjadi salah satu kesempatan untuk melihat bagaimana KBC dirasakan oleh warga madrasah. Apa yang disampaikan guru dan murid sangat berarti karena mereka mengalami langsung proses pendidikan setiap hari. Karena itu, kejujuran responden menjadi hal penting agar hasil survei dapat menjadi bahan evaluasi yang bermanfaat.”
Saenal menambahkan bahwa hasil evaluasi diharapkan dapat membantu tim KBC mengidentifikasi praktik baik yang perlu dipertahankan sekaligus aspek yang masih membutuhkan penguatan.
“Kami ingin memastikan bahwa KBC tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi terus berkembang menjadi budaya madrasah.”
Program-program seperti SANTUN, TAAT, RAHMAH, HARKASIH, dan JUM’AT BERKAH perlu terus dimaknai sebagai pembiasaan nilai cinta dalam tindakan nyata. Hasil survei nantinya dapat menjadi bahan refleksi untuk memperkuat pelaksanaan program tersebut sesuai kebutuhan warga madrasah.
Di MTsN 3 Sinjai, penguatan KBC dilakukan melalui pembiasaan yang menghubungkan nilai-nilai cinta dengan kehidupan sehari-hari. Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta diri, cinta sesama, serta cinta tanah air dan lingkungan menjadi landasan dalam membangun karakter murid.
Pelaksanaan Survei Nasional SAHABAT KBC diharapkan tidak hanya menghasilkan data, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran bersama bahwa pendidikan berkualitas membutuhkan hubungan yang saling menghargai, kepedulian, keteladanan, dan suasana belajar yang manusiawi.
Dengan pendampingan pimpinan madrasah dan keterlibatan Tim Monitoring dan Evaluasi KBC, MTsN 3 Sinjai berkomitmen menjadikan hasil evaluasi sebagai bahan refleksi untuk terus memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.
Sebab, keberhasilan KBC bukan hanya diukur dari terlaksananya program, tetapi juga dari sejauh mana nilai cinta dirasakan dan diwujudkan dalam kehidupan seluruh warga madrasah. (ISN)